Health Life

Tren Kesehatan yang Seharusnya Sudah Tak Ada di 2018

5 Tren Kesehatan yang Seharusnya Sudah Tak Ada di 2018

Tak semua olahraga itu bagus, bergantung siapa yang melakukan dan pada kondisi apa olahraga dilakukan. Cedera adalah resiko umum yang diterima jika bersikeras melakukan olahraga tak sesuai. Bahkan jika olahraga itu bagus, akan jadi berbahaya jika dilakukan secara berlebihan.

Meski lari itu bagus, tapi untuk seorang pemalas yang selalu duduk di depan komputer, akan sangat berbahaya jika dilakukan tanpa persiapan dan dalam durasi lama. Kondisi jantung yang tak siap mengalirkan darah secara cepat bisa memicu pembuluh darah pecah.

  1. Alat papan kesehatan

Rows of dumbbells in the gym

Sudah tak terhitung banyaknya alat kesehatan yang beredar di TV. Pada keterangannya ditulis kalau alat ini mampu meningkatkan kesehatan pengguna hanya dalam hitungan menit. Sebuah hal mustahil yang bisa didapat dari alat kesehatan sederhana secara instan.

Jangan percaya dengan hal ini, biarpun sedang ada diskon besar. Meski disertai petunjuk penggunaan dan video latihan, tak semua hasilnya bisa sama seperti dalam iklan. Semua ini hanya kata-kata pemanis dari iklan, dan tak lebih dari itu.

Daripada untuk membeli alat semacam ini, akan lebih jika uangnya dialihkan untuk membayar keanggotaan pada gym terdekat. Sudah pasti akan ada lebih banyak alat, dan semua bisa digunakan. Belum lagi mendapat pendampingan dari instruktur yang handal.

 

  1. Sauna dengan inframerah

Girls after spa therapy.

Ada banyak jenis sauna yang ada di pasaran, salah satunya sauna yang dilengkapi dengan sinar inframerah. Jenis sauna ini tenar setelah selebriti macam Bella Hadid dan Lady Gaga memposting gambar sauna yang dilengkapi dengan fasilitas inframerah.

Seperti yang sudah banyak diketahui, sauna bisa meningkatkan panas tubuh, mempercepat detak jantung, dan tentunya menghasilkan keringat. Sedang sauna yang dilengkapi sinar inframerah diklaim bisa bermanfaat sebagai detoksifikasi.

Meski beberapa studi sudah membuktikan kalau sauna bisa memperbaiki masalah kesehatan tertentu, seperti tekanan darah tinggi, sakit kepala, demensia, diabetes tipe 2, tapi tidak dengan sinar inframerah. Sementara, penelitian efek inframerah pada kesehatan masih berlanjut.

 

  1. Balas dendam sebagai motivasi

street-fighter-P9QUSZN.jpg

Suatu kali, balas dendam bisa menjadi motivasi bagus untuk memperbaiki diri. Tapi untuk olahraga, itu berbeda. Memakai perasaan balas dendam sebagai rangsangan untuk mengubah bentuk tubuh sebenarnya tak terlalu baik hasilnya.

Cara ini memang populer setelah Khloe Kardashian menyinggung cara ini. Yang ada, mental balas dendam sebenarnya tidak bisa memotivasi kebugaran tubuh. Fokus pada jenis olahraga dan mengkonsumsi makanan sehat lebih menjamin tubuh jadi bugar.

Secara psikologis, balas dendam justru bisa memicu depresi dan penurunan kepuasan hidup. Itu berarti, secara berangsur kesehatan tubuh justru akan tergerus. Balas dendam bisa memicu efek memikirkan orang lain dan pada akhirnya akan selalu merasa lebih buruk dari orang itu.

 

  1. Diet makro

Pappardelle pasta with basil and tomato

Tentu ada beragam pilihan diet, dan semua belum tentu cocok diterapkan pada tiap individu. Diet makro, yang populer dari tagar #IIFYM di Instagram, merupakan tren mengkonsumsi makanan sehat untuk tujuan kebugaran tubuh.

Diet makro menentukan berapa banyak karbo, kalori, lemak dan protein yang harus dikonsumsi tiap hari. Ada banyak argumen tentang diet makro di kalangan ahli. Diet sejatinya membatasi asupan senyawa yang akan masuk tubuh, sedang diet makro justru mengharuskan.

Konsepnya tidak sejelas jenis diet lain. Justru, menghitung makro bisa memicu stress yang tidak perlu karena harus memilih apa yang akan dimakan dan berapa porsi yang harus dimakan. Membuat makanan seimbang masih lebih baik daripada harus melakukan diet seperti ini.

Leave a Reply