Life

5 Jenis Pertengkaran yang Biasa Dilakukan Pasangan Bahagia

Ungkapan lama berkata, konflik adalah bumbu rumah tangga. Meski tak bisa dibenarkan, tapi tak juga bisa disalahkan, karena memang begitu adanya. Cuma sedikit kurang tepat, kenapa bumbu rumah tangga itu tak diganti dengan bahagia. Bukankah itu lebih dibutuhkan?

Menyatukan dua makhluk beda karakter tak akan pernah mudah, apalagi jika dibungkus dengan yang namanya rumah tangga. Konflik adalah hal biasa, jadi tak harus dibuat luar biasa hingga harus pisah. Tentunya, bakal ada banyak jenis konflik, juga ada banyak cara untuk menanganinya.

  1. Prioritas keuangan yang beda

Cowok dan cewek punya peran berbeda dalam rumah tangga, termasuk menyangkut keuangan. Istri mungkin ingin punya sofa baru, sementara suami ingin investasi pada bitcoin. Atau, suami ingin hotel murah karena waktu dihabiskan di pantai, sementara istri sebaliknya.

Yang musti diingat, punya ide berbeda terkait satu hal itu normal buat pasangan manapun. Tapi, penting untuk memberi tahu perasaan ini pada pasangan supaya tak ada kebencian yang dipendam. Sulit untuk mengalah, tapi masih bisa dikompromikan.

Komunikasi merupakan langkah awal untuk mengatasi konflik kecil ini. Selanjutnya, saling memahami perasaan adalah yang terbaik. Semisal, dari kasus di atas, percuma memilih hotel terbaik jika cuma dipakai tidur, karena memang aktivitas lebih banyak diluar.

  1. Beda cara mencuci piring

Cuci baju masih bisa diserahkan pada mesin, atau di binatu sekitar rumah. Tapi cuci piring itu beda, dan karena menyangkut higinitas, semua harus dilakukan sendiri. Masalahnya, bahkan pasangan bahagia pun kerap beda pandangan untuk aktivitas bebersih ini.

Tak cuma sebatas pada cuci piring, tapi tiap pasangan juga punya cara sendiri saat memakai sikat gigi, merapikan tempat tidur, bahkan terkait anak misalnya. Tak akan ada pasangan yang bisa menghindari konflik kecil ini, dan semua harus dihadapi.

Solusinya, coba tanyakan apa cara mencuci piring atau sikat gigi punya dampak nyata pada kondisi rumah tangga. Atau, apa masalah kecil ini layak jadi pemecah rumang tangga. Obrolan seperti ini bisa meredakan konflik kecil dan menjaga kesehatan mental.

  1. Hasrat seks yang berbeda

Seks tetap menjadi bagian utama dari keintiman tiap pasangan. Dan masih wajar kalau tiap pasangan punya dorongan berbeda untuk seks. Termasuk, misalnya, ingin lebih banyak seks sedang yang satu tidak. Atau, tak nyaman dengan gaya tertentu.

Pada akhirnya, seks adalah tentang tujuan, apakah untuk kenikmatan atau program kehamilan. Tujuan ini bisa menjadi penengah saat satu pasangan berkonflik tentang masalah ini. Diskusi sederhana bisa menghindarkan kemungkinan konflik ini jadi kian besar.

Solusinya, pasti ada satu kecocokan kecil dalam apapun, termasuk seks. Ambil garis tengah ini supaya masing-masing pasangan tak merasa kesal. Tunjukkan pada pasangan kalau apapun bisa dikompromikan, dan itu seharusnya tak jadi persoalan.

  1. Punya pendekatan sosial berbeda

Tiap individu pasti punya cara sendiri saat menghadapi situasi apapun, bahkan untuk pasangan bahagia sekalipun. Paling mudah, mungkin ada perbedaan tentang belanja sendiri atau bersama. Dan, itu lebih baik jika diatasi sejak dini supaya tak ada yang merasa kesal di jalan.

Masalah lain, itu termasuk durasi waktu yang dihabiskan untuk sendiri dan berdua. Bagaimana cara menangani suatu masalah juga beda, dan itu tak bisa dipaksa. Semua konflik pada pasangan bahagia adalah tentang diskusi dan kompromi.

Solusinya, coba katakan ke pasangan bahwa apapun yang dilakukan tetap akan didukung. Lakukan diskusi untuk mencapai tujuan pribadi dan tak melupakan tujuan bersama. Misal, jangan sampai olahraga terus tapi melupakan waktu bersama pasangan.

  1. Definisi berbeda tentang bersih

Ide tentang rapi atau bersih selalu beda pada tiap orang, bahkan untuk pasangan yang sudah menikah. Definisi yang berbeda kerap bisa memicu konflik, tapi jika menyangkut tentang bersih, itu masih pertengkaran normal untuk pasangan yang bahagia.

Ini bukan tentang menjadi lebih baik, sedang yang lain jadi lebih buruk. Ini cuma masalah beda sudut pandang saja, tak lebih dari itu. Yang tak boleh dilakukan yaitu saling menyalahkan karena kurang rapi menurut pandangan masing-masing.

Solusinya, jika mendapati kaus kaki ada di sembarang tempat, ingatkan kalau membiarkan kaus kaki secara sembarangan bukan merupakan cara terbaik untuk mengurus rumah. Lalu, bantu pasangan untuk lebih mengerti sehingga tak ada yang merasa disalahkan.

Advertisements

Leave a Reply