Life

7 Kebiasaan Jorok yang Dilakukan Tiap Orang Secara Diam-diam

Dengan karakternya masing-masing, tiap orang pasti punya pemikiran sendiri tentang apa yang dianggap jorok dan tidak. Satu hal bisa dianggap jorok bagi kebanyakan, dan sebagian lain menerima kalau itu hal biasa. Beda pendapat seperti ini wajar, tapi tidak dengan kebiasaan jorok.

Masalahnya, siapapun pasti pernah melakukan kebiasaan jorok. Beberapa bahkan secara sadar melakukan kebiasaan jorok dan berpikir itu bukan sesuatu yang harus dilebih-lebihkan. Hal seperti ini tak patut dilakukan, karena ada efek tak baik yang dihasilkan.

  1. Mencium bau celana dalam

Rasanya, siapapun pasti pernah melakukan kebiasaan jorok ini. Tujuannya, untuk mengetahui apakah masih layak pakai atau tidak. Demi kesehatan, ada baiknya kalau kebiasaan semacam ini dihentikan. Survei dari Online Doctor, 31 persen wanita dan 44 pria pernah melakukan ini.

Banyak yang menganggap kalau celana dalam tak akan pernah benar-benar kotor karena ada di dalam. Dan bau merupakan parameter utama untuk mengukur apakah celana dalam masih bisa dipakai lagi atau tidak. Apapun itu, sebaiknya memakai yang bersih dua kali sehari.

  1. Mencium bau kentut sendiri

Mencium merupakan fungsi normal indera perasa, begitu juga saat mencium bau kentut sendiri. Yang aneh, sebanyak 94 persen wanita dan 92 persen pria mengaku mendapat kepuasan aneh saat mencium bau kentut sendiri. Fenomena ini sebenarnya sudah dijelaskan sains.

Perasaan seperti menikmati bau kentut sendiri sudah tertanam pada fungsi biologis manusia. Aroma seperti ini punya ciri sendiri, seperti kode genetik. Sementara, otak menganggap bau orang lain sebagai sesuatu yang coba membahayakan tubuh.

  1. Mencium jari setelah menyentuh kelamin

Sepertinya, masih belum ada cara ideal menentukan kebersihan kelamin tanpa menyentuh. 54 persen wanita di Amerika mengaku mencium jari setelah menyentuh alat kelamin untuk menentukan kebersihan. Prosentase sama terjadi pada pria.

Sayangnya, menyentuh kelamin bukan cara yang tepat untuk menentukan tingkat kebersihan kelamin. Yang ada, perlakuan seperti ini bisa memicu infeksi genital. Ini karena tangan sarang bakteri, sedang bagian kelamin selalu tertutup, dan itu tempat ideal untuk bakteri.

  1. Mengorek isi hidung

Kotoran hidung, biasa disebut upil, jarang bisa keluar dengan sendiri. Kadang, perlu bantuan tangan untuk mengeluarkan. Tak peduli berapa meniup kencang, upil kadang tak pernah keluar. Dari riset, 97 persen wanita dan 95 persen pria mengaku suka mengupil.

Yang paling aneh, sebanyak 30 persen wanita dan 33 persen pria mengaku memakan upil yang diambil. Yang mengejutkan, studi dari Harvard dan MIT menyebut kalau makan upil bisa membantu meningkatkan kekebalan tubuh melawan infeksi pernafasan dan sakit maag.

  1. Mengupas kulit mati

Sesaat setelah luka mengering, keropeng dan kulit mati akan muncul, dan beberapa kadang menikmati untuk mengupasnya. Mereka menganggap kalau luka sudah sembuh, dan keropeng tak baik untuk penampilan. Ini biasa terjadi, tiba-tiba tangan bergerak mengupas.

Kebiasaan jorok ini nyatanya sering dilakukan oleh 96 persen wanita dan 93 pria. Ada banyak jenis kulit yang dikupas, mulai kulit mati bibir, wajah, bekas luka, hingga keropeng. Masalahnya, jika luka belum sembuh benar, itu justru bisa membuka luka sebelumnya.

  1. Menyentuh dan mencium ketiak

Memeriksa keadaan ketiak sepertinya sudah jadi kebiasaan saat istirahat siang. Dan faktanya, sebanyak 96 wanita dan 93 persen pria akan mencium ketiak secara langsung untuk mencari tahu kondisinya. Tak jarang, beberapa bahkan sampai menyentuhnya.

Kadang, ini terasa menyenangkan bagi yang melakukan, dan terlihat menjijikkan bagi yang melihat. Bau tubuh juga menjadi semacam kompetisi antara orang bau dan tidak bau. Dan secara otomatis itu bisa meningkatkan rasa percaya diri untuk menghadapi orang lain.

  1. Memencet jerawat

Bagi yang punya masalah jerawat, kebiasaan ini menjadi hal yang wajib dilakukan tiap hari. Ini terutama jika ada jerawat baru yang muncul, atau spot hitam di wajah. Menurut angka, 93 persen wanita dan 91 persen pria dilaporkan selalu memencet jerawat saat muncul.

Keinginan untuk bisa terbebas segera dari jerawat memang bisa dimengerti, tapi bukan dengan cara seperti ini. Dokter kulit sudah memberi peringatan kalau memencet jerawat bisa menyebabkan risiko terluka, infeksi, dan memicu bekas luka.

Leave a Reply