Style

7 Langkah Agar Makin Terlihat Fotogenik di Kamera

Tak ada yang mengatakan jika fotogenik adalah segalanya, tapi bagi remaja masa kini, itu bisa menjadi masalah. Menghadiri pesta lalu datang ke stan foto dijamin bisa menyebabkan sedikit kegelisahan. Dan berkat peran media sosial, seorang remaja selalu takut mendapat komentar tak enak.

Jika takut hasil foto jadi tak menyenangkan karena kurang fotogenik, masalah ini biasa diatasi dengan pose tertentu. Pose yang tepat bisa mengaburkan kekurangan di foto. Paling sederhana, coba senyum dengan mata, bukan hanya di bibir saja. Itu akan terlihat lebih alami.

Tapi bagaimana dengan orang lain yang selalu terlihat luar biasa dan seperti tak pernah terlihat murung? Ada beberapa tip yang berguna saat akan foto, sedikit lebih lama, tapi bisa memberi hasil yang jauh lebih wah. Dan pastinya menjadi lebih fotogenik saat di depan kamera.

  1. Kenali sisi terbaik dari bagian tubuh

Coba lihat lagi foto terbaik yang beredar di internet, kebanyakan akan menonjolkan sisi kiri bagian wajah. Dan inilah bagian terbaik yang harus diutamakan menurut riset. Entah lewat gestur tertentu atau lewat post-editing, bagian kiri merupakan yang paling eksotis.

Tapi, kebanyakan orang tahu mana sisi yang dianggapnya sebagai yang terbaik. Tiap orang pasti punya bagian tubuh yang diandalkan, dan entah kenapa selalu beda di tiap orang. Untuk mengetahui sisi terbaik, cobalah berlatih di depan cermin untuk tahu sudut yang benar.

  1. Pikirkan lokasi di mana berdiri

Kesalahan lain yang membuat hasil foto tak fotogenik yaitu lokasi yang salah. Berdiri terlalu dekat dengan kamera hanya akan meng-highlight bagian tertentu. Begitu juga jika berdiri terlalu jauh. Posisi seperti ini tak akan pernah ideal untuk mendapat hasil yang bagus.

Tubuh bisa terlihat tak proporsional dalam hasil foto jika salah posisi. Cahaya juga tak akan maksimal saat diterapkan. Untuk yang satu ini, tak ada salahnya untuk meminta sedikit saran fotografer yang menangani. Jangan sampai mati gaya karena hal ini.

  1. Temukan sudut yang benar

Sama dengan salah posisi, tapi lebih spesifik. Sudut yang salah bisa diartikan dengan gestur tubuh tak sesuai, yang nantinya tak bisa memunculkan sisi keunggulan dari tubuh. Posisi bisa dimana saja, tapi sudut kamera dan gestur tubuh harus seirama.

Misalnya saja, gambar yang diambil dari sudut bagian bawah bisa menghasilkan foto yang objeknya terlihat lebih tinggi, juga terlihat lebih ramping. Masih ada banyak teknik pengambilan gambar yang bisa dioptimalkan untuk menutupi kekurangan.

  1. Jangan menghadap kamera secara langsung

Posisi tubuh boleh saja menghadap kamera, tapi tidak untuk bagian wajah. Sebenarnya, ini lebih tergantung pada bagian tubuh mana yang ingin ditonjolkan pada gambar. Jika ingin memberi highlight pada wajah, buat kepala sedikit mendongak ke atas agar terkesan dramatis.

Foto bisa memberi makna lebih dalam pada gestur sederhana ini. Sama halnya saat ingin menutup bagian tubuh yang dianggap tak sempurna. Misalnya bagian dahi sedikit lebar tapi tak ingin mengubah tatanan rambut, bisa saja kamera diarahkan dari bagian samping.

  1. Arahkan fotografer

Untuk mendapat hasil terbaik, tak masalah jika harus sedikit rewel pada fotografer. Ingat, tak semua fotografer langsung bisa mengenali bagian terbaik objek yang akan difoto. Apalagi saat memotret ribuan pengunjung yang memadati stan foto, tak ada waktu untuk perkenalan.

Semisal untuk pose tertentu, coba minta fotografer untuk mengambil foto dari bagian atas, lalu sedikit miringkan wajah ke atas untuk memenuhi layar kamera. Dan ini bisa membantu membuat bagian rahang terlihat lebih menonjol dari kontur wajah lainnya.

  1. Tahu cara menghindari mata merah

Kesalahan yang juga acapkali terjadi yaitu muncul warna merah pada mata. Ini bukan karena mata sakit, tapi lebih ke kesalahan dari banyak hal saat pengambilan foto. Paling utama yaitu karena penempatan posisi lighting yang kurang tepat, lalu ditambah flash kamera.

Penyebab lain yaitu melihat cahaya tepat sebelum foto diambil. Entah karena ingin memastikan letak lighting sudah tepat atau belum, melihat cahaya tak dianjurkan. Ini karena cahaya bisa mengecilkan pupil mata, dan itu membuat mata jadi merah pada hasil foto.

  1. Post-produksi itu perlu

Teknik ini sudah lazim digunakan fotografer pro. Post-produksi secara sederhana merupakan langkah memperbaiki foto dan menyamarkan apa yang tak diperlukan. Hasilnya bisa luar biasa menutup kekurangan yang ada dalam gambar, meski hanya titik kecil.

Untuk konsumsi pribadi, post-produksi tak harus melibatkan software olah gambar berharga mahal. Dengan aplikasi sederhana lewat smartphone, itu sudah cukup. Beri sentuhan kecil seperti crop, skin, lighten, dan lainnya, foto sudah siap diposting pada akun sosial.

Advertisements

Leave a Reply