Life

Inilah 3 Alasan Kenapa Resolusi Selalu Gagal dan Cara Mengatasinya

Apa yang paling banyak didengar saat tahun baru selain bunyi kembang api yaitu resolusi. Dengan gayanya masing-masing, siapapun pasti punya keinginan sendiri. Tapi, kalau mau jujur, tak perlu hari istimewa apapun untuk membuat sebuah resolusi.

Entah kenapa, hari baru selalu terasa spesial meski tak ada efek apapun yang bisa dirasakan tubuh. Sedikit beda jika itu hari kelahiran, jelas karena umur tambah tua satu tahun. Apapun itu, hari baru bisa memberi suasana baru, entah itu secara psikis atau fisiologis.

Tahun baru memberi lembaran baru, dan itu berarti ada peluang membuat sesuatu yang baru, dan membuat kebiasaan yang lebih baik. Masalahnya adalah, saat menginjak bulan Februari, rencana terbaik sekalipun tak jalan. Lalu, masalah apa sebenarnya yang terjadi?

Masalah 1: Resolusi terlalu tinggi

Katakanlah resolusi tahun ini membeli mobil seharga 100 juta. Tapi karena ada rentang waktu terlalu lama (satu tahun) untuk membeli, yang terjadi justru menunda menabung dan mengatakan pada diri sendiri ada waktunya nanti. Dan kondisi ini berlangsung hingga akhir tahun.

Solusinya: buat resolusi yang lebih rasional. Membeli mobil hanya gambaran besar dari tujuan, tapi proses itu lebih penting. Alih-alih harus membeli mobil pada akhir tahun berikutnya, akan lebih baik jika menabung 10 juta tiap bulan. Dan itu merupakan resolusi yang lebih rasional.

Membeli mobil adalah visi, dan menabung sama saja dengan misi. Dua poin penting ini harus sebisa mungkin selaras supaya tujuan bisa dicapai. Dan secara psikis, cara seperti ini lebih bisa diterima akal sehingga bisa terhindar dari frustasi dan tekanan untuk mencapai tujuan.

Dua metode, mode linier dan mode siklis, dipakai oleh Universitas Wollongong untuk menguji efektivitas dari menabung untuk masa depan atau masa sekarang. Hasilnya, orang yang menabung dengan fokus masa sekarang lebih banyak menyimpan uang daripada untuk masa depan.

Masalah 2: Membuat resolusi yang abstrak

Semisal, resolusi tahun ini adalah menemukan pekerjaan yang lebih baik. Lalu, apa definisi dari lebih baik? Itu terlalu abstrak, dan tak ada ukuran pasti. Ungkapan seperti ini hanya bentuk dari ketidak yakinan tentang apa yang diinginkan. Dan masih banyak macam resolusi yang tak jelas ini.

Solusinya: buat resolusi dengan strategis. Itu berarti, ada parameter lebih jelas sehingga resolusi bisa dicapai. Di dalam strategi ini harus memasukkan tujuan spesifik, terukur, bisa dicapai, realistis, dan harus terikat dengan waktu. Strategi bisa membuat mudah saat mengambil langkah maju.

Dari contoh tadi, jika ingin dibuat lebih strategis, bisa diganti dengan menemukan pekerjaan dengan gaji yang lebih besar dari sekarang. Resolusi ini terlihat lebih jelas dan ada ukurannya, yaitu gaji yang lebih besar dari sekarang. Dan ini memberi tujuan pasti saat menjalani kerja di tahun yang baru.

Parameter ini merupakan aspek penting supaya resolusi lebih jelas arahnya dan lebih bisa diukur perkembangannya. Ini juga berlaku untuk resolusi tak jelas lain seperti ingin membuat bahagia orang terdekat, atau ingin lebih kaya. Pertanyaannya, siapa orang terdekat dan lebih kaya dari siapa?

Masalah 3: Hanya berusaha di langkah pertama

Setelah rencana dibuat dan strategi dijalankan, masih ada satu poin lagi yang mesti dilakukan supaya resolusi tak jadi omong belaka. Konsistensi. Saat bulan Januari, semua terlihat baik-baik saja dan berjalan sesuai rencana. Begitu Februari, semua langkah berhenti dan selebihnya angan-angan.

Solusinya: konsisten dan komitmen. Inilah resep semua orang sukses di dunia. Dua hal mudah yang tak dipunyai semua orang. Tentunya sikap ini harus disandingkan dengan persiapan yang sudah dibuat. Ini bisa dimulai dengan memanfaatkan sumber daya yang sudah dimilki.

Contoh sederhana, jika resolusi tahun ini ingin bisa berbahasa Spanyol, langkah mudah yang bisa diambil yaitu dengan belajar satu kata tiap hari. Saat mulai terbiasa, bulan berikutnya coba tambah jadi dua kata perhari, dan seterusnya. Jadi, ini adalah tentang membuat kebiasaan baru.

Selalu pastikan kalau kebiasaan baru ini dilakukan secara konsisten dan penuh komitmen. Pada dasarnya, jangan biarkan langkah pertama tertunda, dan langkah kedua berantakan. Tak akan pernah mudah memang, tapi langkah ini memang perlu guna mencapai resolusi.

 

Advertisements

Leave a Reply