Parents

Kenapa Homeschooling Perlu Dipertimbangkan Oleh Orang Tua?

Sejak dulu banyak orang tua beranggapan bahwa homeschooling tidaklah baik untuk anak-anak. Mayoritas orang tua akan memilih untuk menyekolahkan anak-anaknya di sekolah biasa dibandingkan di rumah. Tapi faktanya Alison Davis, seorang penulis buku “Creative Schools: The Grassroots Revolutin That’s Transforming Education” menyatakan bahwa homeschooling bisa menjadi bahan pertimbangan para orang tua untuk pendidikan anak-anak generasi sekarang.

Di Amerika Serikat sendiri, persentase anak yang mengenyam pendidikan melalui homeschooling telah mengalami peningkatan hingga 61,8% selama 10 tahun terakhir. Nah, apakah anda juga berminat untuk menerapkan homeschooling untuk buah hati anda? Simak beberapa alasan berikut ini:

  1. Homeschooling Tidak Membatasi Prestasi Anak

Di manapun anak anda bersekolah, ini tidak akan menjamin prestasi yang akan diraih. Setiap anak memiliki cara belajar yang berbeda sehingga dengan homeschooling mereka akan memperoleh pendampingan yang lebih personal.  Dengan kata lain homeschooling  bisa membuat anak anda lebih fokus belajar dan mendapat pembelajaran yang tepat.

  1. Dampak Positif Pada Pendidikan Anak Di Masa Depan

Menurut beberapa penelitian terbukti bahwa anak-anak homeschooling memiliki kesempatan yang besar untuk masuk ke universitas favorit. Hal ini cukup mempengaruhi keputusan orang tua dalam menerapkan homeschooling untuk pendidikan anak-anak mereka. Sebenarnya bukan faktor asal sekolah yang menentukan seseorang bisa masuk ke universitas favorit. Lebih dari itu, kemudahan anak dalam memahami materi juga memiliki peran penting.

  1. Homeschooling Tidak Membuat Anak Menjadi Anti Sosial

Salah satu ketakutan terbesar orang tua untuk membiarkan anaknya homeschooling adalah anti sosial. Banyak orang tua beranggapan bahwa homeschooling membuat anak menjadi individualistis, tanpa teman dan juga sulit bersosialisasi. Faktanya hal ini hanya anggapan yang berlebihan. Ingat, anak-anak belajar melalui homeschooling juga memiliki batas waktu belajar layaknya di sekolah. Di luar  jam belajar, jelas anak-anak bisa bermain bersama anak sebayanya. Anda sebenarnya tidak perlu terlalu khawatir tentang “anti sosial” asalkan anda juga membolehkan anak-anak bermain ke luar rumah dan bergaul dengan anak-anak sebayanya.

Nah, semoga informasi di atas bisa membuat anda lebih terbuka dalam melihat konsep pendidikan formal dan homeschooling. Jangan memaksa anak anda untuk melakukan sesuatu tapi sebaliknya jembatani mereka dalam melakukan hal-hal yang mereka suka, termasuk sekolah.

 

Leave a Reply