Life

Kenapa Kita Selalu Memilih Sisi Sebelah Kanan Saat Mencium?

Tak banyak yang tahu alasannya kenapa banyak orang selalu memilih sisi sebelah kanan saat mencium, memeluk, atau lainnya. Padahal, mungkin saja, aktivitas seperti ini hampir dilakukan tiap hari. Lagipula, ciuman tetap ciuman bukan? Jadi kenapa harus dimasalahkan.

Tapi tak semudah itu. Tiap ada sesuatu yang tak terjelaskan, adalah tugas para peneliti untuk mencari tahu. Termasuk juga kecenderungan untuk memilih sisi kanan saat berpelukan. Untuk yang satu ini, semua dimulai dari otak, karena organ inilah yang bisa menggerakkan tubuh.

Sejak dari masa kecil sudah dijelaskan di pendidikan dasar kalau otak punya dua bagian terpisah tapi saling berhubungan, yaitu sisi kanan dan sisi kiri. Dua bagian ini punya fungsi masing-masing, misalnya yang satu bertugas mengatur fungsi motorik, yang lain bertugas mengolah data.

Dari sini sudah jelas bukan kalau otak memang terpisah tapi saling terhubung. Hubungan yang saling terkait ini lalu memunculkan persepsi berbeda untuk menanggapi kejadian yang ada di sekitar. Dan ini terjadi begitu saja tanpa disadari, dan semuanya terlihat begitu otomatis.

Itu berlaku saat berpelukan, juga berciuman. Secara langsung, otak mengatur reaksi untuk memilih sisi kanan dibanding sisi kiri. Ini juga berlaku pada orang bertangan kidal. Orientasi ini terjadi karena otak memberi petunjuk untuk melihat dan bergerak searah gerakan jarum jam.

Tapi bukan itu saja, selalu memilih sisi sebelah kanan juga bisa dikaitkan sejumlah aktivitas fisik pada tiap orang, semisal cara menoleh. Dari riset tentang neurosains visual dan psikofisik visual, ada semacam fenomena persepsi dan perilaku yang bisa memicu gerakan secara otomatis.

Selain dari ciuman, contoh nyata dari perilaku ini bisa dilihat diawal kehidupan bayi. Semisal, bayi punya persepsi awal memutar kepala ke sebelah kanan. Sebagai hasilnya, lengan sebelah kiri sedikit diperluas untuk bisa mengkompensasi gerakan memutar tadi.

Logikanya, jika bayi saja sudah mengenal gerakan seperti ini, apalagi jika sudah dewasa. Secara naluriah gerakan ke kanan bisa meluas sampai menjadi dewasa, entah itu saat mencium, atau saat memeluk. Kepala secara otomatis akan bersandar ke arah kanan.

Tapi masalah baru muncul, bisa saja kecenderungan ini dipejalari saat dewasa, bukan dari gerakan alami. Film bisa memberi pengaruh besar pada pola gerak tubuh saat melakukan sesuatu, dan bisa saja memilih sisi kanan diadopsi dari film lalu diterapkan di dunia nyata.

Lebih luas, bisa saja perilaku seperti ini dipengaruhi banyak hal. Semisal budaya, edukasi, kekayaan, dan sikap lain yang ada di masyarakat. Tapi kadang pengaruh luar seperti ini tak bisa dijadikan acuan pasti. Dan dari semua itu, pengaruh dari dalam, dalam hal ini otak, memainkan peran penting.

Misalnya, riset di Bangladesh yang mayoritas muslim pada suami istri, diminta untuk mencium secara pribadi di rumah. Setelah itu, pasangan ini diminta melapor ke ruangan terpisah untuk menjelaskan secara individu dari berbagai aspek ciuman yang mereka lakukan.

Hasilnya, hampir 75% responden mengaku memilih mengarahkan kepala ke sisi kanan saat berciuman. Ini juga berlaku pada peserta yang mengaku kidal. Gerakan awal lebih didominasi para pria, dan wanita merespon dengan mencocokkan arah kepala pasangan yang akan mencium.

Beberapa responden mengaku merasa canggung saat harus mengarahkan ke sisi lain, yaitu sebelah kiri. Entah itu oleh yang memulai gerakan, atau pasangan yang mengikuti arah kepala. Dari sini bisa dilihat kalau tatanan sosial, budaya, pendidikan dan lainnya, tak punya pengaruh.

Jadi, tindakan memilih sisi kanan saat ciuman itu bersifat alami dan ditentukan otak yang memberi tugas berbeda pada tiap bagian. Gerakan seperti ini sama saja seperti saat otak memberi perintah untuk menggerakkan tangan. Seolah semua gerakan sudah otomatis.

Secara khusus, ini punya kaitan dengan fungsi otak di bagian kiri yang bertugas mengolah emosi dan pengambilan keputusan. Tapi keterlibatan hormon masih belum terjelaskan. Ini karena kadar hormon pada tiap orang selalu berbeda, tergantung pengaruh lingkungan.

Hormon testosterone dan neurotransmitter pasti tak sama, ini juga berlaku pada dopamin yang terlibat pada perilaku dan penghargaan. Tapi apapun itu, mencium ke sisi kiri mungkin minoritas, dan jarang dilakukan. Tapi jika pasangan ingin dicium, tak ada salahnya jika dilakukan.

Advertisements

Leave a Reply