Life Parents

Selain Dilarang Punya Teman Baik, Ini 9 Aturan Sekolah Super Aneh di Dunia

Adalah keharusan bagi siapapun untuk mendapat pengetahuan guna menunjang hidup. Pengetahuan utamanya bisa didapat lewat pendidikan, baik itu formal maupun tak formal. Dua metode pendidikan pasti punya kelebihan, juga kekurangan masing-masing.

Pendidikan tak formal menyediakan fleksibilitas pada sisi waktu dan metode belajar yang dipakai. Di sisi lain, pendidikan formal punya aturan baku dari negara, wilayah, bahkan sekolah itu sendiri. Tak jarang, aturan yang diterapkan terasa aneh, terutama untuk mereka yang berasal dari lain daerah.

  1. Berdiri dengan tangan

Jepang memang unik, baik itu dari budaya yang dianut, sampai ke aturan sekolah yang dipakai. Pelanggaran terhadap aturan sekolah bisa berarti hukuman, tak peduli murid laki-laki atau wanita. Dan hukuman yang diberi kadang tak lazim, seperti berdiri dengan tangan.

Hukuman macam ini biasa diberikan saat datang telat ke kelas, atau hanya sekedar bicara saat waktu pelajaran. Selain berdiri dengan tangan, hukuman lain yang sering diberikan seperti push-up, lari memutari lapangan, atau mengangkat tangan ke atas.

  1. Waktu ke toilet

Bahkan, negara semaju Amerika juga punya aturan sekolah yang terlihat aneh. Aturan ini berlaku untuk semua sekolah yang ada di kota Chicago. Aturannya adalah, semua murid hanya mendapat kesempatan tiga kali ke toilet saat jam pelajaran selama satu semester.

Semua kegiatan apapun ke toilet harus dilakukan setelah waktu pelajaran usai. Melanggar berarti hukuman. Dan hukuman yang didapat murid seperti ini juga tak kalah aneh. Murid akan diskors di ruang tunggu hingga pelajaran selesai.

  1. Tidur siang

Murid di sekolah China diharuskan untuk tidur siang selama 30 menit di kelas. Tidurnya pun dilakukan di atas bangku dan meja yang ada dalam kelas. Guru sangat percaya kalau tidur siang bisa meningkatkan daya ingat dan mengembalikan energi.

Murid sekolah dasar dibolehkan membawa bantal juga selimut. Sementara murid sekolah lanjutan diharuskan tidur dalam posisi duduk. Sayangnya, secara fisik kegiatan seperti ini bisa mencederai otot dan masalah tulang lain.

  1. Melarang parfum

Lain halnya di Pennsylvania. Sekolah di kota punya aturan yang melarang pemakaian parfum AXE pada tiap muridnya. Aturan ini didasari karena seorang murid pernah mengalami reaksi alergi yang parah hingga harus dibawa ke rumah sakit.

Masalahnya, ini bukan satu-satunya kasus yang terjadi. Selanjutnya, banyak sekolah diluar Pennsylvania yang mulai menerapkan aturan yang sama. Selain memicu reaksi alergi, parfum juga bisa mematikan sensor alarm kebakaran dan lainnya.

  1. Mengangkat tangan

Mengangkat tangan untuk menjawab soal merupakan metode pendidikan lama. Dan di sekolah Nottinghamshire, metode ini sudah dilarang untuk diterapkan. Kepala sekolah punya pendapat kalau mengangkat tangan memberi efek apapun pada sikap keberanian.

Selain tak mencerminkan sikap berani, mengangkat tangan tak akan merubah apapun dalam kelas. Justru, murid yang tak mengangkat tangan bisa menjadi bahan ejekan. Sekarang, guru diminta langsung menunjuk murid untuk menjawab soal.

  1. Tinta warna merah

Menjadi kebiasaan umum kalau guru membawa pena warna merah, tujuannya untuk mengoreksi kesalahan supaya lebih jelas terlihat. Saat ini, tinta pena warna merah sudah mulai dilarang dipakai di sekolah Inggris Raya dan Australia.

Beberapa pendapat mengatakan kalau tinta warna merah bisa menyakiti murid secara psikis. Selain juga bisa mengurangi motivasi belajar murid dan menambah tekanan. Hijau, kuning, ungu, biru, dan merah muda, merupakan jenis warna yang direkomendasikan.

  1. Melarang mengucap kata tertentu

Departemen pendidikan kota New York punya aturan unik yang diterapkan pada semua sekolah di kawasan ini. Yaitu melarang para murid untuk mengucap beberapa kata seperti ulang tahun, cerai, penyakit, dan lain-lain. Total ada 48 kata yang dilarang.

Larangan ini terkait masalah psikologi anak dan kenangan masa lalu yang tak baik. Banyak murid di sekolah kota New York punya latar belakang buruk, sehingga mengucap kata-kata tersebut bisa menyakiti psikologi anak.

  1. Mewarnai rambut

Tren fesyen di Tokyo memang tak bisa dihindari lagi. Karenanya, sekolah di Tokyo membuat larangan mewarnai rambut bagi muridnya. Saking ketatnya, aturan ini melibatkan pemeriksaan pupil mata untuk mentahui warna asli rambut.

Selain itu, pihak sekolah masih akan mencari bukti lain dengan memanggil orangtua murid dan membawa foto saat masih kecil. Seperti banyak diketahui, tren mewarnai rambut makin banyak dianut warga Jepang, bahkan anak kecil sekalipun.

  1. Punya teman baik

Beberapa sekolah di Inggris punya aturan unik lain, seperti melarang murid untuk punya teman baik. Padahal, kondisi seperti ini jamak terjadi di sekolah manapun. Tentu saja, ada banyak kritik yang muncul karena kebijakan sekolah seperti ini.

Yang setuju mengatakan, murid secara mental bisa berkembang lebih baik dan lebih bisa cepat adaptasi jika punya banyak teman. Sedang yang menolak, murid yang punya teman baik punya kesehatan mental lebih baik untuk menjalani hidup.

Advertisements

Leave a Reply