Health Style

7 Larangan Bagi Wanita Saat Cuci Rambut

Banyak yang mengatakan kalau rambut itu mahkota buat wanita. Karena dianggap sebagai mahkota, perawatan yang diberi tak jarang justru berlebihan. Padahal, belum tentu semua perawatan yang diberikan itu cocok untuk diterapkan pada rambut.

Cuci rambut adalah satu aktivitas yang banyak dilakukan beberapa kali dalam seminggu, tapi faktanya dilakukan dengan cara yang salah. Jika merasa rambut makin buruk, cara keramas yang salah mungkin pelaku utamanya. Selain keramas, masih ada banyak kesalahan lain yang harus dihentikan.

  1. Mencuci dengan air panas

Semaksimal mungkin, hindari memakai air panas saat cuci rambut karena bisa membuat minyak alami memudar. Menghindari air panas sangat penting bagi wanita dengan rambut panjang. Semakin panas airnya, semakin banyak nutrisi dan warna rambut hilang.

Air panas juga bisa merusak folikel rambut, kutikula, dan rambut itu sendiri. Cukup gunakan air hangat dan bilas dengan air dingin untuk mendapat kelembaban kembali. Air dingin bisa membuat kutikula rambut menutup dan membuatnya tampak lebih halus.

  1. Memakai bahan kimia tertentu

Sebaiknya, hindari produk yang mengandung sulfat. Senyawa ini tak cuma bahaya untuk rambut, tapi juga berbahaya bagi kulit sensitif dan kulit kepala. Senyawa sulfat bisa mengiritasi kulit dan membuat rambut rentan terhadap eksim, alergi, atau dan gangguan lain.

Sulfat bukan satu-satunya bahan yang harus dihindari. Jangan membeli sampo atau kondisioner dengan paraben karena bisa menutupi rambut dengan lapisan lilin. Juga, hindari produk yang mengandung keratin sintetis. Senyawa ini merusak kutikula sampai kulit kepala.

  1. Tidak mempertimbangkan jenis rambut

Jenis rambut berbeda butuh cara membersihkan yang berbeda. Jika rambut berminyak, seharusnya, oleskan sampo ke rambut terlebih dulu sebelum membasahi. Kesalahan besar yang banyak dilakukan menyangkut rambut panjang adalah saat akan cuci rambut.

Jenis rambut pirang perlu perhatian lebih pada jenis sampo yang akan dipakai. Beberapa jenis sampo bisa memudarkan warna pirang karena kandungannya terlalu keras. Sampo yang dipilih sebaiknya tak menambah masalah dan harus seimbang untuk rambut juga kulit.

  1. Teknik keramas yang salah

Tak perlu keramas secara menyeluruh pada rambut. Sebagian besar memakai sampo dari kulit kepala hingga ujung rambut. Padahal sampo itu untuk menghilangkan minyak dan kotoran dari kulit kepala. Jadi, terapkan saja pada area kulit kepala, tak harus ke semua rambut.

Banyak wanita mandi dan mencuci rambut pada saat bersamaan. Dengan cara ini, produk perawatan rambut tak bisa dimanfaatkan secara maksimal. Ambil beberapa menit ekstra dan pijat dengan kedua tangan untuk merangsang sirkulasi darah di kulit kepala.

  1. Mencuci terlalu sering

98 persen orang tak perlu keramas tiap hari. Cuci rambut terlalu sering bisa membuat masalah. Ini menyebabkan kulit kepala meningkatkan produksi minyak untuk mengganti yang hilang. Itu berarti pertumbuhan rambut terganggu, karena energi difokuskan memproduksi minyak.

Jika kulit kepala sensitif, keramas terlalu banyak bisa membuat iritasi kian buruk karena bisa menipiskan kulit kepala. Minyak alami berkurang dan kulit kepala terasa kering dan tak nyaman. Paling tidak, cuci rambut tiap dua hari sekali. Atau tergantung kondisi rambut dan kulit kepala.

  1. Membilas dengan tidak benar

Membilas merupakan langkah terakhir, tapi bukan yang paling penting. Mitos umum adalah harus membilas semua conditioner. Jangan pernah lakukan ini. Membilas semua conditioner sampai rambut bersih itu bisa menghilangkan perlindungan pada rambut.

Jangan buru-buru saat mencuci rambut, bahan pembersih di sampo dirancang untuk masuk batang rambut. Tapi bila menyangkut keramas, membilas harus dilakukan sampai bersih. Jika sampo tertinggal setelah dicuci, rambut akan terlihat kusam dan terasa lengket.

  1. Salah memperlakukan rambut basah

Semua rambut basah terasa lembut, memperlakukan dengan keras bisa merusak dan menghadirkan masalah baru. Wanita dengan rambut panjang harus membiarkan kondisioner menempel dan menyisirnya untuk menghindari rambut jadi keriting atau bergelombang.

Melakukan kebalikannya, bisa membuat rambut tertarik dan rontok. Cara ini cocok diterapkan pada remaja yang mengalami bentuk perubahan rambut. Yang juga tak boleh dilakukan saat rambut basah yaitu berusaha mendandani rambut dengan berbagai gaya.

Leave a Reply