Travel

Jangan Pernah Lakukan Ini Setelah Kembali Dari Liburan!

Liburan itu tak cuma gaya hidup, tapi sudah merupakan kebutuhan primer. Manfaat liburan memang luar biasa bagus, apalagi buat mereka yang punya rutinitas harian monoton. Pikiran lebih segar dan motivasi meningkat merupakan diantara manfaat yang bisa didapat dari berlibur.

Ada setumpuk persiapan saat akan berlibur, ada juga hal-hal yang harus dilakukan usai berlibur. Setelah berlibur, pikiran memang jadi lebih segar. Tapi justru karena itu, pikiran justru tak bisa langsung bisa menyesuaikan ritme kerja. Selengkapnya, ini yang tak boleh dilakukan sekembali dari liburan.

  1. Membiarkan semua menumpuk

Karena liburan butuh persiapan yang tak gampang, semua waktu lalu difokuskan untuk mencari kebutuhan yang akan dipakai untuk berlibur. Perkerjaan pun pasti terganggu dengan persiapan, dan tak jarang malah terabaikan. Sebaiknya, jangan lakukan ini.

Siapapun pasti tak mau sekembali dari liburan justru mendapati pekerjaan malah menumpuk. Untuk menghindari rasa letih pada hari pertama kerja, sebaiknya selesaikan semua urusan saat akan berlibur. Gunakan hanya waktu senggang untuk mencari semua keperluan liburan.

  1. Kembali kerja tanpa rencana

Liburan bukan hal terakhir dalam hidup, masih ada aktivitas lanjutan seusai liburan. Dan inilah kesalahan yang sering dilewatkan banyak orang, tak membuat rencana setelah berlibur. Tak mudah mengingat semua tugas yang didapat setelah seminggu berlibur.

Paling tidak, rencanakan tiga hal yang harus dilakukan di hari pertama kerja. Tahu apa yang harus dikerjakan selanjutnya bisa membuat semuanya jadi mudah saat kembali berurusan dengan pekerjaan. Ini juga membantu agar pikiran lebih tenang saat menikmati liburan.

  1. Membuat resolusi yang tak mungkin

Januari mungkin waktu yang terasa sulit bagi semua pekerja. Sekembalinya dari liburan, beragam tugas sudah menumpuk di meja kerja, dan semuanya prioritas. Tak ingin hal ini terjadi lagi, buat semacam resolusi anti gagal sebagai acuan pekerjaan tahun ini.

Strategi semacam ini bisa membuat kerja tetap pada alurnya. Jangan cuma mengatakan ingin lebih produktif, buat langkah untuk mencapai tujuan resolusi ini. Satu tahun bukan waktu yang pendek, ada konsistensi yang diperlukan untuk bisa tetap berada pada jalur.

  1. Lupa memberi apresiasi pada pekerja

Setelah masa berlibur, sulit bagi siapapun untuk langsung bisa mendapat ritme yang tepat. Semua butuh waktu pasti. Untuk seorang pekerja, ini adalah waktu yang membingungkan. Di satu sisi harus totalitas, tapi juga masih belum menemukan ritme kerja yang tepat.

Atasan yang melihat ini harus jeli melihat situasi. Jadi, beri semacam apresiasi pada pekerja yang sudah mencoba yang terbaik meski situasi belum memungkinkan. Yang paling mudah, mengucap terima kasih itu sudah menunjukkan penghargaan bagi para pekerja.

  1. Berharap bisa langsung menyelesaikan pekerjaan

Semua ada prosesnya, dan proses perlu waktu. Bahkan pekerja terbaik bulan lalu tak akan bisa langsung menemukan ritme pekerjaan yang tepat untuk menyelesaikan tugasnya. Kembali ke rutinitas normal setelah absen lama tak akan pernah mudah, dan ini harus disadari.

Ambil beberapa tugas saja, dan langsung selesaikan. Anggap ini sebagai pemanasan untuk hari esok, dan lakukan ini secara bertahap. Secara psikis, strategi ini bermanfaat untuk memberi ruang bernafas setelah otak beristirahat selama liburan.

  1. Menganggap semua kolega lebih segar pikirannya

Ingat, selama musim libur, tak semua pekerja berlibur. Beberapa mungkin akan terlihat siap dan segar setelah berlibur, tapi beberapa mungkin masih terlihat letih karena harus menjamu keluarga dari luar kota. Penting untuk sadar pada kondisi seperti ini demi harmonisasi.

Merasakan apa yang kolega rasakan penting untuk ritme kerja, apalagi jika tergabung di satu tim. Untuk sekali, memberi bantuan sangat disarankan meski itu hanya sedikit. Terlalu sering memberi bantuan justru bisa merusak rencana paska liburan yang dibuat.

  1. Menghindari persiapan kecil

Semua tahu, ada rasa enggan untuk melakukan tugas apapun setelah berlibur. Tapi kondisi ini punya dampak buruk untuk bisa menemukan ritme kerja yang diinginkan. Seharusnya, luangkan waktu sedikit untuk beralih dari mode liburan ke pola pikir kerja.

Malam hari sebelum hari pertama kerja, buat situasi seolah sudah masuk kerja. Siapkan baju kantor, buat makan siang, dan keperluan lain. Perilaku kecil seperti ini akan membuat lebih siap secara psikis untuk menghadapi hari pertama kerja.

 

Advertisements

Leave a Reply