Health

Menjadi Salah Satu Penemuan Terbesar Abad Ini, Apa Itu CRISPR?

Diantara temuan terbesar dalam bidang sains ada di tahun 2017, dan mungkin akan jadi yang terbesar untuk beberapa tahun ke depan. CRISPR merupakan teknik untuk mengolah gen, termasuk memotong, mengganti, atau menambah. Entah itu pada gen tanaman, gen hewan, bahkan manusia.

Dengan CRISPR, tenaga medis maupun ilmuwan bisa mengedit gen dengan waktu sebentar dan murah. Teknologi ini juga sering disebut dengan Cas9 atau gunting molekul, tapi terkenal dengan sebutan CRISPR atau ‘crisper’. Teknologi dinilai punya manfaat luar biasa di masa depan nanti.

Teknik ini sudah diuji coba beberapa kali, terkahir di tahun 2017 ini dengan mengedit susunan genom pada embrio manusia untuk memperbaiki kecacatan yang bisa menyebabkan gangguan otot jantung. Penyakit mengerikan ini biasa disebut dengan kardiomiopati hipertrofik.

Apa itu CRISPR?

Kembali ke tahun 1987 saat ilmuwan Jepang mempelajari bakteri E. coli menemukan ada pengulangan susunan DNA pada tingkatan genomnya. Para ilmuwan masih belum memahami kenapa pengulangan ini terjadi. Seiring waktu, peneliti lain menemukan hal sama pada kelompok bakteri lain.

Temuan ini diberi nama clustered regularly interspaced short palindromic repeat (CRISPR), yang sekaligus dipakai sebagai nama teknik pengolahan gen. Hingga tahun 2007, penyebab pengulangan susunan gen masih menjadi teka-teki yang belum terjawab para peneliti.

Jawaban ditemukan saat ilmuwan mempelajari bakteri streptococcus yang biasa dipakai untuk membuat yogurt. Rangkaian ini ternyata punya fungsi vital, yaitu sebagai bagian dari sistem kekebalan bakteri. Saat bakteri terserang virus, maka rangkaian aneh ini akan bekerja dengan melawannya.

Perlindungan secara konstan diberikan dengan cara memproduksi enzim khusus untuk melawan infeksi virus. Saat bakteri berhasil membunuh virus, enzim lain akan muncul dan menghancurkan kode genetik virus, menghancurkannya dan menyimpannya dalam ruang CRISPR.

Jadi, untuk apa CRISPR?

Ada begitu banyak hal yang bisa dilakukan dengan CRISPR. Pada tingkatan paling dasar, CRISPR bisa membantu peneliti untuk melihat dan mengetahui gen penyusun pada tiap organisme yang berbeda. Seperti mengenali suatu gen buruk pada susunan DNA secara keseluruhan.

Ini penting, karena bisa jadi gen ini bermutasi dan menyebabkan jaringan tubuh yang terbentuk jadi tak sempurna dan mengalami kelainan. Sejatinya, peta gen manusia secara lengkap sudah diidentifikasi sejak tahun 2003, sayangnya tak ada yang benar-benar tahu fungsi dari gen tersebut.

CRISPR bisa membantu skrining genom lebih cepat, dan membantu penelitian genetika secara masif. Yang harus diingat, CRISPR sebenarnya ada banyak metode, dan merupakan istilah yang punya arti cukup luas. Tapi pada dasarnya, CRISPR merupakan teknik menyunting gen.

CRISPR bukan merupakan teknik biasa. Metode ini memakai protein tertentu untuk mengolah, memotong, atau mengganti susunan gen yang rusak. Protein yang akan dipakai tergantung jenis gen apa yang akan diolah. Tentu saja, teknik ini masih akan berkembang seiring riset yang terus dilakukan.

Bisakah dibuat untuk merancang bayi super?

Dalam dunia sains, tak ada yang tak mungkin, termasuk dalam hal ini. Ada garis abu-abu tebal disini, di satu sisi teknik ini diperlukan untuk mencegah kelainan pada organ tubuh manusia, tapi di sisi lain akan berbenturan dengan etika. Meski sudah berhasil dilakukan, tapi teknik ini masih dalam penyesuaian.

Pada Februari lalu, uji klinis sudah dilakukan meski hanya untuk kondisi serius dan tentu saja di bawah pengawasan yang super ketat. Tapi yang pasti, penerapan teknik CRISPR masih belum diperbolehkan dilakukan pada manusia hingga saat ini. Ada banyak alasan mengenai hal ini.

Tenaga medis dan para ilmuwan masih berkutat dengan permasalan etika saat akan menerapkan penyuntingan gen. Misalnya, saat sebuah germline diubah, bisa jadi generasi masa depan tak akan suka dengan hal ini. Kondisi ini memicu bayi super muncul dengan mengganti gen buruk dengan gen super.

Untuk sementara, teknik ini sudah diterapkan meski hanya dilingkup penelitian. Pengeditan gen sendiri bukan suatu yang baru, dan berbagai teknik pengolahan gen sudah ada selama bertahun-tahun. Tapi CRISPR sepertinya masih menjadi teknik terbaik penyuntingan gen hingga beberapa waktu ke depan.

Advertisements

Leave a Reply