Travel

Menurut Survey, Inilah Lokasi yang Akan Jadi Top Destinasi di 2018

Banyak kebutuhan sekunder yang kini naik kelas jadi primer, contoh mudah traveling. Dulunya, traveling cuma sebatas gaya hidup yang tak semua orang butuh dan bisa melakukannya. Kini, traveling seolah jadi kebutuhan dasar dan bisa dilakukan siapapun.

Pasti ada banyak alasan kenapa traveling sekarang jadi kebutuhan, dan siapapun pasti punya alasan sendiri yang menurutnya masuk akal. Mulai dari penat karena rutinitas harian, mencari suasana yang beda, atau cuma sekedar ingin menghabiskan uang. Semuanya sah-sah saja.

Dari 2017 ke 2018 pasti bakal ada yang berubah, meski itu sedikit. Begitu juga dengan traveling. Tren berlibur tentu bisa bergeser seiring waktu yang berubah. Saat masih muda, tema traveling yang diambil mungkin berkaitan dengan adrenalin, eksplor tempat baru, dan lainnya.

Seiring umur bertambah, tema traveling mungkin agak sedikit bergeser jadi lebih santai tapi tetap bersahaja. Semua ini pasti terkait dengan pilihan lokasi. Dan untuk 2018, sepertinya akan ada tren baru tentang lokasi wisata yang dipilih para wisatawan untuk liburan.

Hawai mungkin akan tetap jadi favorit, begitu juga Roma dan Ibiza. Tapi tren traveling 2018 sepertinya tak akan mengarah lagi ke lokasi mainstream yang sudah disebut tadi. Kondisi ini membuat lokasi wisata yang kurang favorit jadi destinasi banyak diburu para pelancong.

Bercengkerama dengan penduduk asli, mencicipi kuliner yang tak biasa, mengagumi keindahan budaya dari kearifan lokal, merupakan motivasi utama melakukan perjalanan ke tempat baru. Pada intinya, para wisatawan ingin menikmati atmosfer yang benar-benar baru.

American Express mencatat di kuartal pertama tahun 2018, permintaan perjalanan ke seluruh dunia naik jadi 44 persen. Studi lain dengan 2.000 responden menyebut, 57 persen orang Amerika sudah memilih destinasi baru yang belum pernah dikunjungi sebelumnya.

Studi juga mengungkap kalau mengunjungi destinasi baru merupakan tujuan perjalanan paling penting orang Amerika di 2018. Hampir dari separuh pelancong, 43 persen, mengatakan kalau mencicipi kuliner lokal di lingkungan aslinya merupakan pengalaman paling berkesan saat bepergian.

Melakukan aktivitas seperti penduduk lokal juga jadi keinginan yang paling dicari para wisatawan. Kejutan menjadi poin penting selanjutnya. 52 persen mengaku senang saat tersesat di tempat baru tanpa tahu arah dan menemukan toko tersembunyi dari keramaian.

Menemukan restoran dengan cita rasa lokal atau toko roti khas bisa memberi kenangan yang para turis cari. Yang lain, wisatawan juga masih menyukai perjalanan jauh yang disertai petualangan. Jelas saja, ini menghadirkan potensi besar pada destinasi wisata lain.

Yang juga patut jadi sorotan dari laporan American Express termasuk kerelaan para wisatawan untuk membayar lebih demi mendapat pelayanan ekstra. Tentunya, wisatawan juga ingin dimanjakan saat menikmati waktu berlibur di tempat yang tak diketahui.

Tak cuma traveling yang naik kelas, perubahan gaya juga terjadi pada cara wisatawan menikmati perjalanan. Tempat duduk kelas bisnis dan premium makin banyak diincar dan sudah dipesan untuk 2018 nanti. Meski belum sebanyak kelas ekonomi, tapi prosentasinya makin naik.

Di 2018, alasan pelancong melakukan perjalanan lebih beragam, tapi yang utama yaitu untuk sejenak terlepas dari teknologi, pekerjaan, juga kehidupan sehari-hari. Karena itu, kebanyakan lebih memilih melakukan perjalanan solo dibanding pergi berkelompok.

Ini sesuai tujuan awal, yaitu untuk merasakan sensasi hilang saat berada di tempat tak dikenal. Bertemu dengan sesuatu yang baru merupakan hal menarik, termasuk orang-orang baru dengan budaya berbeda. Karena itu, perjalanan solo masih akan menjadi favorit.

Sangat lazim jika seorang pelancong selalu ingin berinteraksi dengan penduduk lokal saat ada di destinasi tertentu. Inilah makna traveling yang dicari. Kalau saja punya akses, para wisatawan sebenarnya lebih memilih untuk tinggal bareng penduduk lokal daripada di hotel.

Studi ini juga mengungkap 10 destinasi yang paling banyak didatangi tahun depan. Dari semua itu, Bali merupakan tempat yang bisa memenuhi semua pengalaman yang dicari wisatawan. Dan benar, dari hasil studi menunjukkan destinasi utama yang akan jadi tren traveling 2018 adalah Bali.

Setelah Bali, berturut-turut yang masuk 10 besar ada Kosta Rika, Dubai, London, Lisbon dan Porto (Portugal), Roma, Tel Aviv, Utah, Hanoi dan Ho Chi Minh (Vietnam), dan Zurich. Bagaimana, berniat mengunjungi Bali untuk kesekian kali lagi?

Advertisements

Leave a Reply