Parents

Bagaimana Mengenali Bakat Sikecil

Bakat kerap menjadi topic seminar parenting. Bukan tanpa alasan mengenali bakat sikecil dianggap penting bagi para orang tua. Dengan mengetahui bakat sikecil sedini mungkin maka kamu akan dengan mudah mengarahkannya ke kegiatan yang mampu mengembangkan skillnya. Mengasah potensi buah hati sejak dini juga akan mengantarkannya ke kesuksesan dalam kariernya di masa depan. Bagi anda yang masih awam atau terbilang baru menjadi orang tua tentu sangat sulit mengenali bakat sikecil. Lakukan 4 hal ini agar memudahkanmu mengenali bakat sikecil!

Amati Dia Di Periode Tertentu

Rata – rata anak – anak mampu mengenali bakat mereka sendiri saat duduk dibangku SMP hingga kuliah. Sebelum rentang waktu tersebut kamu juga bisa melakukan pengamatan tentang tipe kecerdasan mereka. Pahami apakah anak kamu termasuk sikecil yang memiliki kecerdasan emosional, intelektual, intrapersonal , visual spasial atau malah interpersonal.

Kenali Perilakunya

Untuk melihat sikecil masuk dalam kategori kecerdasan apa maka kamu bisa melihatnya dari perilaku buah hati sehari – hari.  Jika ia gemar mendengarkan lagu dan sering bernyanyi bisa saja ia memiliki kecerdasan music. Apabila ia gemar sekali bertanya dan memiliki keinginan tahuan yang besar untuk belajar maka bisa saja sianak memiliki kecerdasan intelektual.

Bangun Komunikasi Positif Dan Biarkan Ia Bebas Bereksplorasi

Jangan lupa untuk memberikan perhatian kepadda sikecil tapi ingat harus dalam tahap yang wajar. Bangunlah komunikasi untuk meningkatkan aktivitas social serta membentuk ikatan emosional antara orang tua dan buah hati. Berilah kebebasan ia dalam mengeksplorasi kemampuan yang dimilikinya dan jangan sesekali menekannya agar ia tak stress dan berhenti dari apa yang disukainya.

Beranikan Ia Untuk Berkompetisi

Tak ada salahnya mengikutsertakan sikecil dalam ajang perlombaan untuk menguji kemampuannya. Dengan berkompetisi  ia akan mengetahui masih dimana kemampuan yang dimiliki sehingga buah hati akan bekerja keras dalam menjadi yang terbaik. Ketika ia mengalami kekalahan maka motivasikan dengan pujian agar tak larut dalam kekecewaannya. Ketika ia berani berkompetisi maka bisa dibilang kamu juga membentuk karakternya untuk berani menantang dirinya sendiri dan tampil didepan public.

Advertisements

Leave a Reply