Parents

Tahun Depan, Bermain Game Berlebihan Termasuk dalam Gangguan Mental dalam Daftar WHO

Kamu atau kerabat kamu memiliki kegemaran bermain game? Memang bermain game disela-sela waktu luang akan bermanfaat untuk hiburan ataupun sekedar mengisi waktu luang, namun tampaknya kamu atau kerabat kamu harus memperhatikan durasi bermain game lho pasalnya World Health Organization baru saja mengeluarkan draft baru yang menyatakan bahwa bermain game yang berlebihan termasuk dalam kategori gangguan mental.

Dalam draft tersebut, WHO menuliskan tanda-tanda seseorang mengidap gangguan mental ini yakni:

  1. Seseorang tidak dapat mengontrol dirinya untuk kapan dan bagaimana bermain game.
  2. Game menjadi prioritas utamanya dibandingkan dengan kegiatan lainnya didunia nyata
  3. Berubahnya perilaku seseorang sehingga berpengaruh terhadap kehidupan pribadi, keluarga, sosial, edukasi, pekerjaan ataupun aspek kehidupan lainnya.

 

Dalam ICD-11 Beta Draft milik WHO belum dijelaskan mengenai bagaimana seseorang dapat dikatakan memiliki gangguan mental gaming disorder ini. Namun yang dapat dipastikan adalah gangguan mental ini akan dirilis pada tahun 2018, nantinya perilaku mengenai gangguan mental ini akan dapat diketahui dalam jangka waktu paling tidak 12 bulan dan dapat memungkinkan lebih cepat. Gangguan mental ini mencakup game online maupun offline.

Mengatur waktu dan kontrol orang tua dapat menjadi pencegahan yang baik untuk generasi yang lebih muda saat ini agar tidak tenggelam dalam dunia game­-nya mengingat saat ini berbagai game sudah banyak tersedia terutama di smartphone yang sudah dimiliki oleh hampir setiap orang yang tinggal diperkotaan. Sekarang kamu sudah tahu mengenai adanya gangguan mental baru ini, saatnya bergerak untuk menjadikan generasi muda Indonesia yang lebih baik dengan melakukan lebih banyak aktivitas fisik bersama.

Leave a Reply