Life Travel

Ikigai, Filosofi Hidup Masyarakat Jepang untuk Bahagia

Bagi kamu yang baru memasuki awal 20-an banyak yang mencari-cari kebahagiaan ditengah kesibukan sehari-hari. Kebahagiaan disini memiliki arti yang luas, bisa saja berupa kebahagiaan dalam finansial, keluarga, relasi, pekerjaan, kesehatan dan lainnya. Namun, bagaimana cara mencapai kebahagiaan tersebut? Mungkin filosofi dari Jepang satu ini bisa membantu kamu untuk berhenti sejenak untuk memikirkannya.

Ikigai, merupakan konsep kebahagiaan yang banyak diterapkan oleh masyarakat Jepang. Ikigai sendiri terbagi menjadi 2 kata yakni “Iki” yang berarti “Hidup” dan “Gai” “Merealisasikan harapan dan ekspetasi”, Ikigai sendiri berarti “Mencari tujuan hidupmu” atau “Alasan kenapa kamu bangun setiap hari”. Hal yang menarik adalah, dengan menemukan ikigai mu dan tetap sibuk dengan tujuan hidupmu akan membuat kamu menjadi orang yang bahagia.

Hal menarik lainnya dari ikigai ini adalah sebuah penelitian yang yang dilakukan oleh Universitas Tohoku menjelaskan kaitan antara ikigai dengan masa hidup yang lebih panjang. Penelitian ini melibatkan sebanyak 43,391 responden selama 7 tahun lamanya. Para peneliti menanyakan apakah responden memiliki ikigai dalam hidupnya. Penelitian tersebut mendapatkan sebanyak 40.343 responden hidup lebih lama dibandingkan yang tidak memiliki ikigai.

Pertanyaannya, bagaimana kamu bisa menemukan ikigai mu? Hal pertama yang dapat kamu lakukan adalah dengan menanyakan kepada dirimu sendiri, apa yang memotivasi kamu? Apa bakat kamu? Apa yang dunia perlukan dari kamu? Tidak menutup kemungkinan juga dengan bekerja, hobi ataupun hubungan kamu dapat menemukan ikigai mu dibandingkan duduk termenung memikirkan semua hal ini.

Memiliki ikigai atau tujuan hidup membantu pula dalam menggerakkan diri seseorang untuk mencapai sebuah tujuan. Baik tujuan jangka pendek ataupun jangka panjang. Seperti masyarakat dari Okinawa yang terkenal dengan umur mereka yang panjang. Masyarakat Okinawa tidak memiliki konsep pensiun sehingga meskipun sudah berada diusianya yang tua mereka tetap aktif menjalankan hidup.

 

 

Leave a Reply

%d bloggers like this: