Life

5 Cara untuk Mengatakan “Tidak” Bagi Kamu yang Orangnya Ga Enakan dalam Dunia Kerja

Apakah kamu termasuk orang yang sering ga enakan ketika ada yang meminta sesuatu? Tapi pada akhirnya dari permintaan-permintaan tersebut malah menjadi beban kamu sendiri, beginilah 5 cara untuk kamu mengatakan “tidak” terutama dalam dunia kerja.

Mengucapkan kata “tidak” terkadang menjadi hal yang sulit untuk dikatakan ketika seseorang meminta sesuatu kepada kita, banyak faktor yang membuat kita sulit untuk menolak. Hal ini pun sering ditemui dalam keseharian, terutama dalam pekerjaan, namun pernahkah kamu merasa disatu titik bahwa terlalu “menurut” dan mengatakan “iya” terus-terusan merugikan kamu sendiri? Bisa jadi hal ini merugikan waktu, tenaga, bahkan sampai menggangu ketenangan kamu?

Namun ketika kamu mengatakan “tidak” pada permintaan yang memang sebenarnya bukan kapasitas kamu untuk memenuhinya muncul pandangan negatif terhadap diri kamu. Menyakitkan dan menyinggung memang, tapi apabila diri kamu terus-terusan dimanfaatkan dan lebih parahnya lagi dikontrol, hal itu sudah kelewatan. Tapi kembali lagi, tidak semua orang mudah untuk mengatakan “tidak”.

Laura Tong, seorang kontributor di The Huffington Post membagikan pandangannya untuk bagaimana mengatakan “tidak” pada orang-orang yang terlalu sering meminta kepada kamu dan semuanya berawal dari pembendahan diri kamu terlebih dahulu dengan memikirkan terlebih dahulu setiap permintaan yang ada.

  1. Mengidentifikasi masalah

Dalam dunia kerja, sering terdapat permintaan-permintaan yang cukup menyita waktu kamu sehingga menggangu pekerjaan kamu sendiri, ini sudah dapat memberikan kamu peringatan bahwa permintaan-permintaan tersebut bisa jadi masalah. Lebih parahnya lagi apabila permintaan-permintaan tersebut seolah-olah dilemparkan ke kamu sehingga menggangu fisik dan mental kamu sedikit demi sedikit meskipun tidak kamu sadari.

Saran dari Laura, apabila terdapat permintaan kepada kamu, berpikir sejenak sebelum menjawabnya dan pikirkan kemungkinan apa saja yang terjadi apabila kamu mengatakan iya. Orang-orang mungkin akan terkejut ketika kamu mengatakan “tidak” apabila kesehariannya mereka berpikir bahwa kamu akan menuruti permintaan tersebut.

2. Berikan batasan

Intinya disini adalah kamu perlu membatasi dirimu untuk berhubungan dengan orang-orang yang sering meminta ke kamu. terdengar menjaga jarak, ya, namun dengan cara ini tidak hanya orang-orang tersebut akan merasa “malas” untuk menghubungi kamu tapi mereka juga tidak dapat menginvasi kehidupan kamu dengan permintaan-permintaannya mereka.

Dengan membiarkan dirimu mudah dihubungi mengisyaratkan bahwa kamu selalu siap menunggu permintaan yang membebankan kamu.

3. Berpikir strategis

Berlanjut dari poin pertama yakni memikirkan kedepan, belajar untuk mengevaluasi setiap permintaan yang diberikan. Pikirkan dampak yang akan dihasilkan untuk kamu baik secara waktu, energi ataupun emosi. Apakah permintaan-permintaan tersebut hanya untuk kepentingan orang tersebut saja atau menguntungkan untuk kamu berdua? Memang tidak semua harus ada hukum “meminta dan memberi” tapi apabila kamu lebih sering mendapatkan permintaan dibandingkan diberi balik, sebaiknya kamu memikirkan ulang untuk mengatakan “ya” dan beralih ke “tidak”.

4. Cari sekutu

Memiliki orang-orang yang memiliki pemikiran yang sama seperti kamu akan berguna dalam membantu mengatakan “tidak” kepada orang-orang yang selalu meminta kepada kamu. Bukannya bermaksud untuk menentang, namun dengan adanya sekutu seperti ini dapat pula mengingatkan kepada orang-orang tersebut bahwa mereka sudah kelewatan untuk meminta.

5. Tetap pada pendirian kamu

Setiap orang memiliki caranya tersendiri untuk menerima bahwa kamu mengatakan tidak, bisa saja dengan cara halus diatas ataupun kamu memerlukan untuk mengatakan “tidak” secara langsung. Dengan langsung mengatakan “tidak” akan membuat kamu belajar berani pada pendirianmu dan juga menunjukkan bahwa kamu telah berkembang dan memiliki harga diri.

Menolak dengan memberikan alasan yang jujur adalah pilihan terbaik meskipun harus merasa tidak enak, tapi semuanya kembali lagi hal ini kamu lakukan untuk kepentingan diri kamu juga.

 

Poinnya adalah kamu memiliki hidup sendiri yang harus dijalani, bagi sebagian orang yang terlalu menurut mungkin akan sulit untuk mengatakan tidak namun apabila kamu sudah bisa menjalankannya, hidup kamu akan lebih mudah karena tidak terbebani dengan urusan yang memang seharusnya bukan kamu yang menanggungnya. Laura juga menerangkan, memberikan hidupmu dengan cara mengatakan “iya” kepada setiap permintaan tidak membuat kamu menjadi orang yang mulia terkecuali memang apabila orang tersebut tidak mampu.

Selain itu, dengan terus-terusan memberikan bantuan tidak hanya membuat diri kamu tertahan karena beban bikiran hingga beban mental tapi juga menghambat orang lain atau lingkungan kamu sulit berkembang. “Take back your life now, it’s your time”, tutup Laura.

Advertisements

Leave a Reply