Health Life

Apa Yang Terjadi Pada Tubuh Jika Kamu Menangis?

Menangis merupakan suatu keadaan yang sering dialami seseorang sebagai respon atau ungkapan atas perasaan emosi yang di milikinya. Secara tidak langsung menangis juga bisa memberitahu seseorang terhadap perasaan yang dimiliki seseorang. Menangis umumnya memang diekspresikan sebagai ungkapan kesedihan, namun di beberapa kasus menangis juga bisa diekspresikan sebagai ungkapan kebahagiaan. Hanya saja apa yang terjadi pada tubuh saat menangis karena sedih dan senang berbeda. Menangis karena kesedihan biasanya lebih berdampak  terhadap kesehatan. Berikut ini beberapa hal yang akan terjadi pada tubuh ketika menangis.

  1. Lebih tenang, karena beban terkurangi

Menangis adalah salah satu cara terbaik untuk melepaskan kepenatan dan beban emosi yang ada dalam diri seseorang. Setelah menangis biasanya perasaan seseorang akan lebih tenang dan terkontrol. Kondisi ini terjadi karena  saat menangis air mata melepaskan hormon leusinenkephalin, semacam engdorfin yang mampu memperbaiki suasana hati.

  1. Membunuh bakteri

Air mata yang keluar saat menangis ternyata dapat membunuh bakteri yang ada dalam tubuh seseorang. Hal ini bisa saja terjadi karena air mata berkontribusi untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuh, seperti halnya keluarnya keringat melalui kulit, dan buang air kecil. Selain itu, air mata juga mengandung senyawa lisosim yang membantu membunuh 90% bakteri dalam tubuh selama 10 menit.

  1. Emosi Meningkat

Setelah menangis, biasanya perasaan seseorang memang akan berubah menjadi lebih baik. Namun saat sedang menangis, emosi dalam tubuh justru akan meningkat. Jika tidak dikendalikan dengan baik, proses emosi yang berlebih dapat menyebabkan seseorang stres. Ungkapan dari stres bisa berbentuk luapan amarah, teriak, atau membanting beberapa benda.

  1. Kerja syaraf otonom meningkat

Pada saat menangis, kerja syaraf otonom akan meningkat untuk menangani fungsi yang tidak bisa kendalikan sendiri oleh tubuh, seperti suhu tubuh, rasa lapar, dan rasa haus. Selain itu, sistem syaraf otonom juga akan mempercepat respons fight–or-flight, sehingga membantu seseorang untuk mampu mempersiapkan hal terburuk dengan menghentikan fungsi yang tidak penting seperti makan dan minum. Akibat dari aktivitas ini biasanya tenggorokan akan terasa kencang dan berat.

  1. Suara menjadi berat

Terakhir, saat menangis suara seseorang menjadi lebih tegang akibat hormon kortisol keluar dan bekerja lebih cepat.

Advertisements

Leave a Reply